Lompat ke isi utama

Berita

SAKTI Bawaslu Pasuruan Ditutup, Generasi Muda Dibekali Jadi Pengawas Partisipatif

23 sept 2026

Kader pengawas partisipatif perlu memiliki keberanian untuk mengingatkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.

pasuruan.bawaslu.go.id - Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SAKTI) Tahun 2026 yang digelar Bawaslu Kabupaten Pasuruan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan resmi memasuki pertemuan terakhir sekaligus penutupan. Sebanyak 75 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang ditutup dengan pembelajaran tentang tata cara pelaporan dan penanganan pelanggaran pemilu. Rabu (23/9/2026).

Pada pertemuan ketiga ini, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak aktif mengidentifikasi dugaan pelanggaran melalui tayangan video dan berdiskusi. Materi “Tata Cara Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran” disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Zahid. Peserta kemudian mengikuti role play untuk mempraktikkan cara menyikapi sebuah dugaan pelanggaran secara lebih konkret.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto, mengatakan SAKTI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi pengalaman yang bisa dibawa peserta ke lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa para peserta akan menjadi bagian dari generasi yang memiliki peran dalam Pemilu 2029. 

“Pengetahuan dan pengalaman yang didapat jangan berhenti di sini. Bagikan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Ketika menemukan dugaan pelanggaran, jangan takut untuk menyampaikan dan ikut menjaga proses demokrasi,” pesan Arie.

Arie juga menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam mengenali dan mencegah praktik politik uang. Menurutnya, kader pengawas partisipatif perlu memiliki keberanian untuk mengingatkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Saya merupakan kader partisipatif, bahwa dalam pemilu tidak dibenarkan melakukan politik uang,” menjadi pesan yang ditekankan kepada peserta sebagai bekal untuk ikut mengawal pemilu.

Penutupan SAKTI ditandai dengan penandatanganan MoU dan PKS antara Bawaslu Kabupaten Pasuruan dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan, pemberian sertifikat kepada perwakilan peserta, serta penghargaan bagi peserta teraktif. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan SAKTI dan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”. Dengan berakhirnya SAKTI, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap para peserta mampu menjadi generasi yang cerdas memahami informasi, kritis menyikapi persoalan, aktif dalam demokrasi, dan berani mengambil peran dalam pengawasan partisipatif.

Penulis : Sisca
Foto : Guntur
Editor : Muhammad