Jumat Sehati: Dorong Pengawas Pemilu yang Profesional
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Pasuruan kembali menyelenggarakan kegiatan Jumat Sehati (Semangat, Harmoni, dan Integritas) secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu. Kegiatan ini dibuka oleh Deviana Azizah, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Kabupaten Pasuruan, dan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Jum'at, (3/6/2026).
Dalam sambutannya, Deviana Azizah menyampaikan bahwa Jumat Sehati merupakan agenda pembinaan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas seluruh jajaran pengawas pemilu.
"Melalui kegiatan Jumat Sehati ini, kami berharap seluruh jajaran Bawaslu terus meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun integritas. Pengawas yang profesional lahir dari semangat belajar yang berkelanjutan, sehingga mampu menjalankan tugas pengawasan secara objektif, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai kelembagaan Bawaslu," ujar Deviana.
Materi pada kegiatan kali ini disampaikan oleh Muhammad Qibti Ismail dengan tema "Menjadi Pengawas yang Cerdas: Menggabungkan Ilmu, Hikmah, dan Amanah." Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa tantangan pengawasan Pemilu dan Pemilihan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi, masifnya penggunaan media sosial, serta dinamika politik yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Muhammad Qibti Ismail menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut setiap jajaran Bawaslu untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat integritas agar mampu menjalankan tugas pengawasan secara optimal.
Menurutnya, menjadi pengawas yang cerdas berarti mampu mengintegrasikan tiga nilai utama, yakni ilmu, hikmah, dan amanah. Ilmu menjadi dasar dalam memahami regulasi kepemiluan serta menghasilkan keputusan yang tepat dan sesuai ketentuan. Hikmah menjadi pedoman dalam membangun komunikasi yang efektif, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, dan menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, amanah menjadi fondasi integritas yang menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa penggabungan ketiga nilai tersebut akan memperkuat pelaksanaan fungsi Bawaslu, mulai dari pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa proses pemilihan. Dengan bekal kompetensi, kebijaksanaan, dan integritas, setiap pengawas diharapkan mampu mengambil keputusan secara profesional, objektif, independen, dan berkeadilan.
Menutup kegiatan, Deviana kembali mengajak seluruh peserta untuk menjadikan materi yang telah diperoleh sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Ilmu yang kita peroleh hari ini hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata saat menjalankan tugas pengawasan. Dengan memadukan ilmu, hikmah, dan amanah, kita dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas demokrasi," pungkasnya.
Melalui kegiatan Jumat Sehati ini, Bawaslu Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap berbagai tantangan pengawasan Pemilu dan Pemilihan, sehingga mampu mewujudkan proses demokrasi yang demokratis, berintegritas, dan berkeadilan.
Penulis : Sisca
Foto : Wahyu
Editor : Muhammad