Lompat ke isi utama

Berita

Keprotokolan Jadi Kunci Pelayanan Publik Prima di Bawaslu Pasuruan

10 Juli 2026

Keprotokolan bukan hanya mengatur tata tempat, tata upacara, atau tata penghormatan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme sebuah lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

pasuruan.bawaslu.go.id - Pelaksanaan Work From Home (WFH) di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pasuruan dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan Zoom Meeting bertema "Peran Strategis Keprotokolan dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Prima." Jum'at, (10/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jajaran Bawaslu Kabupaten Pasuruan mengenai pentingnya fungsi keprotokolan dalam mendukung penyelenggaraan tugas kelembagaan, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, tertib, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber Debby Fitria Ratnasari, yang juga merupakan alumni Pelatihan Keprotokolan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, Debby menjelaskan bahwa keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata acara dan penyelenggaraan kegiatan resmi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun citra kelembagaan serta menciptakan pelayanan publik yang berkualitas.

Menurutnya, penerapan prinsip-prinsip keprotokolan mampu mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan, memperkuat koordinasi antarpihak, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas melalui kegiatan WFH merupakan salah satu bentuk komitmen Bawaslu dalam memperkuat kompetensi seluruh jajaran di berbagai bidang, termasuk keprotokolan.

"Keprotokolan bukan hanya mengatur tata tempat, tata upacara, atau tata penghormatan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme sebuah lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pasuruan semakin memahami pentingnya peran keprotokolan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima, efektif, dan berintegritas," ujar Arie.

Sementara itu, Debby Fitria Ratnasari mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keprotokolan sebagai budaya kerja dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Keprotokolan adalah wajah pertama sebuah institusi. Ketika dijalankan dengan baik, tidak hanya menciptakan kegiatan yang tertib dan profesional, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan yang positif bagi masyarakat maupun para pemangku kepentingan," jelas Debby.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap seluruh jajaran mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip keprotokolan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin profesional, berkualitas, dan berintegritas.

Penulis : Emil
Foto : Guntur
Editor : Muhammad