Konsolidasi Nasional Perempuan Pengawas Pemilu ; “Gerak Berani, Jaga Demokrasi”
|
Jakarta. 20 Desember 2022, menggelegar suara perempuan pengawas pemilu Se Indonesia saat mengumandangkan tagline konsolidasi Nasional hari ini.
"Gerak Berani, Jaga Demokrasi"
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, meyampaikan kebanggaan bagi Bawaslu RI memiliki perempuan tangguh se Indonesia yang berjibaku dalam pemilu, ia juga mengingatkan peran penting perempuan dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) untuk mempersiapkan diri dalam bekerja dan membangun demokrasi.
Hal tersebut Bagja sampaikan dalam acara pembukaan Konsolidasi Nasional Perempuan Pengawas Pemilu di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).
"Jika pemilih salah memilih pemimpinnya, maka keadilan bangsa ini terhadap perempuan akan bermasalah. Contohnya itu. Maka dari itu, maju dan benarnya demokrasi di suatu bangsa terletak pada bahu perempuan juga, bukan hanya laki-laki" tutur Bagja.
Konsolnas tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dan Srikandi Bawaslu yang juga Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dan didampingi Anggota DKPP Ratna Dewi Pettalolo serta, anggota DPD GKR Hermas dan 514 Srikandi Bawaslu seluruh Indonesia.
"Penghargaan sebesar besarnya kepada perempuan tangguh di Bawaslu, saya harap tetap berjuang di Bawaslu di periode ini. Kesuksesan Bawaslu terletak pada perempuan juga. Tugas kebangsaan kita lebih dari tugas rumah tangga kita," tutur Bagja.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyoroti terkait keterwakilan perempuan juga berpengaruh pada kebijakan yang mengandung kesetaraan gender, Di balik suksesnya pemilu terdapat perempuan pengawas pemilu yang ikut serta mengawal, sehingga terjamin terlaksananya pemilihan yang langsung umum bebas dan rahasia serta jujur dan adil sebagaimana amanah undang-undang.
“Kami sangat mendukung semua perempuan yang berkualitas untuk turut serta dalam kesuksesan pemilu, terlebih keberadaan perempuan adalah sumberdaya yang penting”, ujarnya secara daring saat acara berlangsung.
Pernyataan senada juga di sampaikan oleh I Gusti Kanjeng Ratu Hemas selaku anggota DPD RI, ia menilai perempuan harus terus bekerja sama agar juga bisa mendapatkan kesetaraan di lembaga pemerintahan.
"Pada 2019-2024 DPR RI yang perempuan mencapai angka 123 orang dari 575, dan sudah mencapai 21,39%. Ini pun perjuangannya tidak mudah, untuk bisa dipilih kembali, kerja -kerja perempuan harus bernilai,” ucap Permaisuri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X tersebut.
Selanjutnya, Melalui metode Focus Gorup Discuss (FGD), Konsolidasi ini juga untuk menghasilkan konsensus bersama terkait persiapan pengawas pemilu perempuan dalam wujudkan pemilu yang berintegritas, Yang dipandu oleh Wahidah Suaib Witoeng, Nunung Wirdya Ningsih dan Endang Wihdatiningsih.
Dalam kesempatan Konsolnas perempuan pengawas pemilu ini merupakan kebanggaan bagi Titin Wahyuningsih satu- satunya anggota Bawaslu Kabupaten Pasuruan dari unsur perempuan bisa turut hadir dan mengikuti kegiatan hingga tuntas.
Dikonfirmasi, melalui Group Whatsapp, Titin aktif secara langsung membagikan hasil dan proses selama konsolidasi nasional berlangsung pada jajaran panwaslu kecamatan se-kabupaten Pasuruan. Dengan harapan semangat konsolidasi perempuan pengawas pemilu Nasional juga mengalir dan menggelora pada pengawas pemilu kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Perempuan pengawas pemilu : "Gerak Berani, Jaga Demokrasi".
[AMN/TTN]