Mahasiswa ITB Yadika Diajak Jadi Pengawas Demokrasi
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Yadika Bangil, Bawaslu Kabupaten Pasuruan menggelar sesi interaktif bersama mahasiswa di aula kampus, Sabtu (13/09/2025). Acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak mahasiswa memahami sekaligus terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto, S.E., menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam pengawasan pemilu. Ia menyebut, mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tetapi juga benteng terdepan dalam mencegah praktik politik uang, penyebaran hoaks, dan ancaman lain yang merusak demokrasi.
“Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Suara kalian bukan sekadar hak, tetapi kekuatan untuk mengawal jalannya demokrasi agar tetap bersih dan adil,” ujar Arie dalam pemaparannya.
Antusiasme mahasiswa terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Yusuf, salah seorang mahasiswa, menyoroti maraknya berita bohong di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Arie menekankan pentingnya literasi digital. “Bijaklah bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi, lakukan cek fakta, dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Adi Nugroho, mahasiswa lainnya, menanyakan bagaimana mahasiswa dapat berperan dalam memberantas praktik politik uang. Arie menjawab bahwa pengawasan partisipatif adalah kunci. “Bawaslu memiliki jajaran pengawas hingga tingkat desa, tetapi tanpa dukungan masyarakat, tugas itu tidak akan maksimal. Mahasiswa harus berani melapor jika menemukan pelanggaran, karena itu bagian dari tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Dengan pendekatan dialogis ini, Bawaslu berharap lahir kesadaran baru di kalangan mahasiswa ITB Yadika Bangil untuk terlibat aktif sebagai pengawas demokrasi, tidak hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat luas.