Quddus Harapkan Bawaslu bisa “bunyikan” data
|
Koordinator Divisi Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur Abdul Quddus Salam berharap agar pengawas pemilu di Kabupaten/Kota mempunyai perhatian serius terkait pentingnya data dan informasi. Menurutnya data dan informasi merupakan instrument penting yang harus di miliki dan dikuasai dalam pengawasan penyelenggaraan pengawasan oleh Bawaslu.
“Saya berharap Bawaslu Kabupaten/Kota tidak hanya mengumpulkan data, namun nantinya bisa melakukan analisis dan mengolah data sehingga diharapkan data tesebut bisa “berbunyi”. Tegas Quddus saat memberikan paparan kepada Bawaslu kabupaten/kota se-jawa timur di Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Menurut mantan wakil ketua Lakpesdam PBNU ini, membuyikan data yang dimaksud adalah data tidak hanya dijadikan koleksi, namun data tersebut harus bisa dioleh dan dianalisas baik terkait akurasi data, agregat data dan signifikasi data, sehingga akan menjadi instrument pembanding pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu kabupaten/Kota. Dari Kolektifitas dan analisis data yang baik ini nantinya akan bisa dijadikan bahan kajian oleh Bawaslu Kabupaten/kota untuk dapat menentukan langkah-langkah startegis dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran dalam setiap tahapan pemilu serta bisa menjadi bahan informasi yang akurat yang bisa diberikan kepada masyarakat.
Lebih lanjut pria berkacamata ini mendorong agar Bawaslu kabupaten/kota mempunyai kreatifitas dan inovasi untuk menguatkan database yang dimilikinya, serta mendorong agar rutinitas penyajian informasi yang diberikan kepada masyarakat baik melalui tulisan berita media massa , maupun melalui media sosial Bawaslu bisa menjadi sarana pendukung utama untuk bisa memnunjukan kinerja Bawaslu kepada masyarakat. [MNR}