Lompat ke isi utama

Berita

S'Cangkir Demokrasi Bahas Peran Strategis Diskominfo Tangkal Hoaks dan Disinformasi pada Pemilu

22 Juli 2026..

Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar semakin banyak warga yang memiliki kemampuan menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan.

pasuruan.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Pasuruan kembali menghadirkan ruang diskusi yang edukatif melalui podcast S'Cangkir Demokrasi (Secangkir Obrolan Demokrasi). Pada episode kali ini, Bawaslu mengangkat tema "Peran Strategis Diskominfo dalam Menangkal Disinformasi dan Hoaks pada Pemilu maupun Pemilihan" dengan menghadirkan Kepala Sekretariat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan, Yoni Waskito, ST., MM., sebagai narasumber. Podcast ini dilakukan di kantor Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Rabu, (22/7/2026)

Podcast ini menjadi wadah untuk membahas pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat, terutama menjelang tahapan Pemilu dan Pemilihan yang kerap diwarnai dengan maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Dalam pemaparannya, Yoni Waskito menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, di sisi lain, kemudahan tersebut juga membuka peluang penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi opini publik serta mengganggu stabilitas demokrasi.

Menurutnya, Diskominfo memiliki peran strategis dalam melakukan literasi digital, edukasi kepada masyarakat, serta menyebarluaskan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara Pemilu, menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan.

"Masyarakat harus semakin bijak dalam menggunakan media digital. Jangan mudah percaya dan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui sumber resmi agar tidak ikut memperluas penyebaran hoaks," ujar Yoni.

Diskusi juga mengupas berbagai tantangan yang dihadapi pada era digital, mulai dari penyebaran berita bohong di media sosial, manipulasi informasi, hingga pentingnya membangun budaya cek fakta sebelum berbagi sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa, dan Hubungan Masyarakat (PPPSH) Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Zahid, menyampaikan bahwa penyebaran hoaks dan disinformasi merupakan salah satu tantangan serius dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Pemilu yang demokratis tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ruang informasi yang sehat.

"Melalui podcast S'Cangkir Demokrasi, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa informasi yang benar adalah fondasi demokrasi yang berkualitas. Hoaks dan disinformasi dapat memecah belah masyarakat, menurunkan kepercayaan publik, bahkan memengaruhi pilihan politik seseorang. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu, Diskominfo, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan ekosistem informasi yang sehat selama tahapan Pemilu maupun Pemilihan," ungkap Zahid.

Ia menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar semakin banyak warga yang memiliki kemampuan menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan.

Melalui podcast S'Cangkir Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berkomitmen menghadirkan ruang dialog yang informatif dengan menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi demokrasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menangkal hoaks dan disinformasi demi terwujudnya Pemilu maupun Pemilihan yang aman, damai, dan berintegritas.

Penulis : Debby
Foto : Guntur
Editor : Muhammad