51 Pendaftar Antusias Ikuti Rekrutmen Tenaga Pendukung Bawaslu Pasuruan
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Rekrutmen tenaga pendukung Bawaslu Kabupaten Pasuruan resmi ditutup pada Rabu, 3 September 2025 pukul 16.00 WIB. Hingga penutupan, tercatat sebanyak 51 orang pendaftar, terdiri dari 34 laki-laki dan 17 perempuan.
Antusiasme masyarakat ini menunjukkan adanya kepedulian dan ketertarikan untuk turut serta mendukung kerja-kerja pengawasan pemilu di tingkat daerah.
Usai pendaftaran ditutup, Bawaslu Pasuruan segera melanjutkan ke tahapan seleksi administrasi. Para peserta yang lolos pada tahap ini akan mengikuti wawancara pada 15–16 September 2025.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Joko Nugroho, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendaftar dan menaruh perhatian besar terhadap kerja-kerja Bawaslu.
“Kami mengapresiasi semangat para pendaftar. Seleksi akan dilakukan dengan prinsip transparansi dan objektivitas. Kami berharap tenaga pendukung yang terpilih nantinya benar-benar bisa membantu Bawaslu dalam meningkatkan kualitas layanan serta menunjang kelancaran tugas pengawasan demokrasi,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa tenaga pendukung memiliki peran penting dalam menjaga kinerja kelembagaan agar berjalan optimal. Beberapa tugas pokok tenaga pendukung antara lain:
Membantu penyediaan dan penataan sarana serta prasarana kantor guna menunjang efisiensi kerja.
Menata ruang pertemuan dan jamuan sesuai standar pelayanan dan tata protokol.
Menyelenggarakan pelayanan umum serta menjaga ketertiban lingkungan kerja.
“Tenaga pendukung adalah garda terdepan dalam memastikan kenyamanan dan kelancaran aktivitas di lingkungan sekretariat. Dengan adanya dukungan mereka, diharapkan seluruh kegiatan Bawaslu dapat berjalan efektif, tertib, dan profesional,” tambah Joko.
Dengan selesainya proses pendaftaran, publik kini menunggu hasil seleksi administrasi yang akan diumumkan sebelum memasuki tahap wawancara. Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap tenaga pendukung yang terpilih nantinya bisa berkontribusi nyata dalam memperkuat pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.