Lompat ke isi utama

Berita

Anam-Amin Siap Gelar Pemilihan 2020 di Jatim

pasuruan.bawaslu.go.id – Malang.    Duapucuk pimpinan Penyelenggara Pemilu di Jawa Timur, telah menyatakan kesiapannya dalam menggelar Pemilihan Serentak  2020. Choirul Anam, yang biasa dipanggil Anam, selaku Ketua KPU Provinsi Jawa Timur dan Moh Amin, yang biasa dipanggil Amin, selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

Kesiapan itu disampaikannya dihadapan webinar yang diselenggarakan oleh AP HTN-HAN (Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara) Jawa Timur dan Universitas Wisnuwardhana Malang, dengan tema “Tantangan Pilkada Serentak di Era Pandemi Covid-19”, Kamis (25/06/2020).

Webinar ini dipandu oleh Vieta Imelda, dosen HTN Unitomo, dapat diikuti langsung melalui zoom meeting dan YouTube. Hari Moerti, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan mengikutinya melalui Live YouTube Channel Universitas Wisnuwardhana Malang.

Choirul Anam, Ketua KPU Jatim saat pemaparan di webinar AP HTN-HAN.
Kamis (25/06/2020).

Anam, mengatakan, “Dari 19 Kabupaten/Kota yang Pemilihan 2020, terdapat 6 daerah yang ada calon perseorangan, yakni: Lamongan, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Sidoarjo, Jember dan Surabaya. Semuanya telah siap melakukan Verifikasi Faktual pendukung calon perseorangan”, kata Anam.

Untuk tingkat partisipasi, target kehadiran pemilih semula 79%, karena adanya pandemic Covid-19 kemudian dikoreksi dengan diturunkan tagetnya menjadi 77,5%. Itu taget dari KPU RI, akumulasi secara Nasional, tambah Anam.

Kemudian, Anam melanjutkan, “kesiapan di TPS dilakukan dengan beberapa penyesuaian dan mengikuti protokol Covid-19, misalnya pengurangn pemilih per TPS dari 800 orang ke 500 orang, penambahan bilik suara di TPS, kehadiran pemilih terjadwal jam, alat coblos dari tusuk sate, tinta di spray”.

Sementara itu, kesiapan dari Pengawas Pemilihan, Amin mengatakan, “Pengawas Ad Hoc telah diaktivkan kembali untuk melakukan tugas-tugas pengawasan, terdapat 1.158 Panwascam dan 4.789 Panwaslu Desa dan Kelurahan, yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota”, kata Amin.

Keaktivan Pengawas Ad Hoc  berawal dari surat pernyataan, dan tidak ada satu pun yang mundur akibat takut covid-19. Ini dapat menunjukkan, bahwa jajaran Bawaslu yang Ad Hoc telah sanggup melanjutkan tugas, tambah Amin.

Menurut Amin, langkah-langkap kesiapan Bawaslu diantaranya: anggaran, Sumber Daya Manusia, Cegah-Awasi-Tindak, koordinasi antar stakeholder, pendidikan pemilih, sosialisasi dan regulasi.[#HM]

Tag
Berita