Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pasuruan dan SMK Darut Taqwa, Tandatangani MoU

pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan.   Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pasuruan, Muhamad Nasrup dan Kepala Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Darut Taqwa Purwosari Pasuruan, Sueb, telah menandatangani Nota Kesepakatan bersama (MoU), di hall SMK Darut Taqwa, Rabu (09/09/2020).

Penandatanganan ini diawali dengan, perkenalan dari Nasrup dan jajarannya, yang hadir bersama 4 komisioner lainnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak SMK Darut Taqwa, yang telah bersedia untuk  menjalin kerjasama dengan kami Bawaslu Kabupaten Pasuruan”, jelas Nasrup yang juga mengenalkan beberapa staf Bawaslu Kabupaten Pasuruan merupakan alumni dari Yayasan Darut Taqwa Purwosari Pasuruan.

Nasrup, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, sedang menandatangani MoU

Di Kabupaten Pasuruan, SMK Darut Taqwa ini merupakan sekolah pertama yang melakukan MoU dengan Bawaslu Kabupaten Pasuruan, sebelumnya Bawaslu Kabupaten Pasuruan telah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi, STMIK Yadika Bangil, dan akan menyusul beberapa Perguruan Tinggi lain yang saat ini dalam konfirmasi akhir.

Lebih lanjut, Nasrup mengatakan, “Kerjasama ini berkaitan dengan pengembangan pengawasan pemilu partisipatif di Sekolah/Madrasah, salah satu kegiatannya yakni Kursus Singkat atau kita singkat KURSI Pengawasan Pemilu partisipatif, seperti yang kita lakukan hari ini”, jelasnya dihadapan jajaran SMK Darut Taqwa  dan 35 peserta KURSI yang merupakan siswa dari SMK Darut Taqwa, SMA Darut Taqwa, MA Darut Taqwa dan MA Walisongo.

KURSI (Kursus Singkat) ini merupakan bagian dari pengembangan program Bawaslu Kabupaten Pasuruan, yakni #Bawaslu Mendengar, #Bawaslu Mengajar.

Sementara itu, Sueb, selaku Kepala SMK Darut Taqwa, mengatakan “Pihaknya menyambut baik atas kerjasama ini, dan acara Kursus Singkat atau KURSI ini kita laksanakan sesuai anjuran Pemerintah, yakni menjaga jarak antar peserta, dan memakai masker, serta sesuai permintaan Bawaslu kalau peserta dibatasi hanya 35 orang saja”, jelas Sueb.

Ia berharap, peserta KURSI ini memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup tentang Kepemiluan sebagai bekal Pemilu dan Pilkada berikutnya, dan saat Pemilu 2019 yang lalu, beberapa tenaga pengajar di sekolahnya telah menjadi jajaran penyelenggara ad hoc”, tandasnya.[#HM]

Tag
Berita