Bawaslu Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Rutin: Fokus Penguatan Kehumasan, Tahapan PDPB dan Rencana Buku Dokumentasi Pengawasan
|
Seusai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Bawaslu Kabupaten Pasuruan melaksanakan rapat rutin yang membahas sejumlah agenda penting kelembagaan. Rapat ini dihadiri oleh seluruh anggota, Plt. Kepala Sekretariat, jajaran sekretariat, serta CPNS baru yang mulai bergabung di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pasuruan.
Dalam rapat tersebut, beberapa poin utama menjadi fokus pembahasan, antara lain tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), rencana penyusunan buku dokumentasi hasil pengawasan Pemilihan Serentak Tahun 2024, penguatan strategi kehumasan, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk program pendidikan politik masyarakat.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Ahmad Thoifur Arif, menyampaikan arahan terkait pentingnya peran kehumasan sebagai wajah lembaga di ruang publik. Ia menekankan agar Bawaslu lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, khususnya media sosial.
“Kita perlu menghidupkan kembali media sosial Bawaslu dengan konten-konten kreatif, edukatif, dan menarik. Selain itu, kita juga akan membuat flyer untuk memperingati hari-hari besar nasional dan menguatkan kemampuan penulisan berita di lingkungan sekretariat,” ujar Thoifur.
Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pembuatan buku dokumentasi pengawasan Pemilu 2024, yang akan berisi rangkuman kegiatan pengawasan, temuan-temuan di lapangan, serta refleksi atas proses pemilihan. Buku ini diharapkan menjadi catatan kelembagaan sekaligus bahan pembelajaran bagi publik dan penyelenggara pemilu.
Dalam kesempatan yang sama, pembahasan tahapan PDPB menjadi perhatian penting. Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih agar tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tak kalah penting, LMS juga dibahas sebagai bagian dari penguatan strategi pendidikan politik masyarakat. Platform ini direncanakan menjadi sarana pembelajaran daring baik bagi internal Bawaslu maupun masyarakat luas yang ingin memahami proses pengawasan pemilu secara lebih mudah dan terstruktur.
Rapat ditutup dengan semangat kolektif untuk menjalankan seluruh agenda secara bertahap, berkelanjutan, dan dengan komitmen penuh terhadap nilai-nilai integritas dan keterbukaan informasi.