Bawaslu Pasuruan Gandeng GusDurian Jadi Fasilitator Sakti
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan melaksanakan program Sekolah Kader (SAKTI) Partisipatif di Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan melibatkan peserta secara aktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan interaksi selama proses pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Kabupaten Pasuruan menggandeng Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Pasuruan, yang lebih dikenal sebagai Gus Durian, sebagai fasilitator kegiatan. Keterlibatan Gus Durian menjadi bagian dari upaya Bawaslu menghadirkan proses pembelajaran yang interaktif, terbuka, dan mudah dipahami oleh para peserta.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Deviana Azizah, Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Setelah pembukaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara partisipatif. Fasilitator mendorong peserta untuk terlibat langsung dalam diskusi, menyampaikan pendapat, serta mengaitkan materi dengan pengalaman dan kondisi yang ada di lingkungan sekitar.
Pada pertemuan pertama, materi “Mengawal Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif” disampaikan oleh Ahmad Thoifur Arif, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Penyampaian materi berlangsung melalui dialog dan diskusi bersama peserta, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat menyampaikan pertanyaan dan pandangannya mengenai demokrasi serta pengawasan partisipatif.
Melalui tiga pertemuan SAKTI Partisipatif ini, peserta diajak mengikuti proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga membangun keberanian untuk berdiskusi dan berpartisipasi. Kolaborasi Bawaslu Kabupaten Pasuruan dengan Gus Durian diharapkan membuat kegiatan semakin hidup sekaligus memberikan pengalaman belajar yang dapat mendorong peserta untuk ikut mengambil peran dalam mengawal demokrasi secara partisipatif.
Penulis : Debby
Foto : Guntur
Editor : Muhammad