Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasuruan Hadiri Rakornas Evaluasi Pengawasan Partisipatif Dalam Pemilihan Umum 2024

rakornas batu

Komitmen Bawaslu untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengawasan pemilihan umum merupakan tonggak penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.

pasuruan.bawaslu.go.id - Dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan partisipatif dalam Pemilihan Umum Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan Tema  Evaluasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilihan Umum. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (30/4/2024).

Rakornas Evaluasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilihan Umum yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi merupakan momentum penting yang menandai komitmen Bawaslu untuk menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Berlangsung di Kota Malang Jawa Timur dari tanggal 30  April hingga 03 Mei 2024, suasana rapat tersebut dipenuhi dengan semangat untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan proses pemilihan umum.

Anggota Bawaslu RI , Ibu Lolly Suhenti, dengan tegas menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat bukan hanya sekadar aspek tambahan, tetapi merupakan fondasi utama dalam memperkuat integritas pemilu. 

“Rakornas ini tak hanya bertujuan untuk mengevaluasi program-program yang sudah berjalan, tetapi juga untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi baru dalam meningkatkan efektivitas pengawasan. Dengan memperhatikan empat level keterlibatan masyarakat: terlatih, terbentuk, berfungsi, dan bergerak, Bawaslu menggarisbawahi pentingnya pembangunan kesadaran masyarakat akan peran krusial mereka dalam menjaga keadilan dan transparansi selama proses pemilihan umum” Ujar Satu - satunya komisioner wanita di Bawaslu RI tersebut dalam sambutannya.

Pengawasan partisipatif yang ditekankan dalam Rakornas ini tidak hanya relevan untuk pemilihan umum 2024 , tetapi juga penting dalam konteks Pilkada yang akan datang. Anggota Bawaslu Pasuruan, Ahmad Thoifur Arif, menyoroti bahwa persiapan untuk Pilkada merupakan salah satu fokus utama, karena tahapan-tahapan seperti kampanye dan rekapitulasi memerlukan pengawasan yang ketat untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi. Selain itu, Arif juga memberikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pilkada serentak 2024.

Dalam pernyataannya, Pria yang juga alumnus Universitas Yudharta Pasuruan tersebut menekankan bahwa kegiatan pengawasan partisipatif memiliki peran yang sangat vital dalam mengawasi jalannya Pilkada serentak 2024. Ia menyampaikan bahwa Pilkada adalah salah satu momen penting dalam kehidupan demokrasi lokal, di mana proses pengawasan harus menjadi prioritas utama untuk memastikan transparansi, keadilan, dan integritas dalam setiap tahapannya.

Lebih lanjut, Kordiv Pencegahan Parmas dan Humas tersebut menjelaskan bahwa dengan adanya pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif, potensi terjadinya pelanggaran atau kecurangan dalam Pilkada Serentak 2024 dapat diminimalkan. Melalui keterlibatan masyarakat dalam mengawasi seluruh proses tahapan seperti kampanye, pemungutan suara, hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara, Bawaslu dapat memperoleh informasi yang lebih luas dan akurat mengenai dinamika politik lokal serta potensi risiko pelanggaran.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Pilkada serentak 2024 tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggaraan dari pihak terkait, tetapi juga oleh aktifnya peran serta masyarakat dalam mengawasi proses tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan partisipatif harus terus ditingkatkan melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi yang terencana dengan baik.

Komitmen Bawaslu untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengawasan pemilihan umum merupakan tonggak penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. Dengan menciptakan forum evaluasi seperti Rakornas ini, Bawaslu tidak hanya memberikan ruang bagi refleksi terhadap praktik-praktik yang sudah ada, tetapi juga membangun jalan menuju masa depan yang lebih inklusif dan transparan dalam proses pemilihan umum.

Melalui upaya-upaya yang dijalankan dalam Rakornas ini, diharapkan akan tercipta pemilihan umum yang lebih adil, bersih, dan terpercaya, di mana suara setiap warga negara benar-benar terdengar dan dihormati. Komitmen untuk terus meningkatkan pengawasan partisipatif semacam ini tidak hanya penting untuk masa kini, tetapi juga merupakan investasi bagi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih kokoh dan inklusif.