Lompat ke isi utama

Berita

Dibalik Desain Sengketa Proses Pemilu

pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan.   Rahmat Bagja, Komisioner Bawaslu RI Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, menceritakan tentang  “Dibalik Desain Sengketa Proses Pemilu” melalui Sekolah Konstitusi dan Aksi Sosial, pada Kamis sore (21/05/2020).

Bagja berada di kantor Bawaslu RI, dan kegiatan ini disiarkan melalui zoom meeting, yang diikuti oleh 98 peserta, termasuk Hari Moerti dari Bawaslu Kabupaten Pasuruan.

Saya sering datang ke Bawaslu di daerah, dan yang saya lihat adalah ruang sidang. Saya memandang, untuk meningkatkan marwah lembaga, maka ruang sidang harus representatif, kata Bagja, pria yang pernah tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht.

Saya pernah pengalaman di Majelis Kehormatan DPR, desain ruang sidang berbeda, maka perlu saya terapkan di Bawaslu, tambah Bagja.

Posisi hakim, pemohon dan termohon itu tidak boleh sama posisinya, hakim harus lebih tinggi, selain itu pintu masuk dan pintu keluar juga harus dibedakan. Untuk sidang pelanggaran administrasi dan penyelesaian sengketa, sidangnya harus terbuka untuk hindari putusan aneh. Kalau terbuka, Bawaslu akan lebih hati-hati dan mengecilkan kesalahan. “Putusan aneh misalnya, menerima seluruhnya dan menolak sebagian”, katanya sambil tersenyum.

Desain ruang sidang Mahkamah Konstitusi itu saya kira baik, tapi kita sekarang belum sampai disitu.

Saat menjadi hakim, pakaian kita tentukan dengan menggunakan jas atau PSL, dan hindari yang menarik perhatian, misalnya sepatu warna merah.

Untuk mediasi, kenapa tidak perlu advokat, agar prosesnya lebih efektif, ungkapnya.

Aksi Sosial

Untuk mengikuti kegiatan ini dilakukan registrasi dan donasi, dana yang terkumpul akan diberikan kepada warga terdampak covid-19.

Selain melalui registrasi, penggalangan dana juga melalui lelang pulpen dan buku  milik Bagja, Pulpen itu selama ini digunakan Bagja untuk menandatangani dokumen-dokumen penting. Pemenang lelang yakni Purnomo Satrio Pringgodigdo dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang menawar pulpen dengan harga tertinggi, yakni 1 juta rupiah. [#HM].

Tag
Berita