Lompat ke isi utama

Berita

Gandeng Dinas Pendidikan, Bawaslu Siapkan Generasi Melek Pemilu

2 feb 2026

Dengan adanya MoU dan PKS, diharapkan literasi demokrasi di kalangan pelajar semakin meningkat dan mampu membentuk generasi muda yang siap berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi di masa depan.

pasuruan.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Pasuruan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan kepemiluan di lingkungan sekolah.

Penandatanganan berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Dari pihak Bawaslu, hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan Ari Yoenianto didampingi anggota Deviana Azizah, Thoifur Arif, Zahid, dan Mukhamad Rosyidi. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M., bersama Kasi Kurikulum SMP Aris Trapsilowati dan jajaran.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Ari Yoenianto, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan program Bawaslu Mengajar di sekolah-sekolah menengah pertama (SMP).

“MoU dan PKS ini bertujuan menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan Dinas Pendidikan, khususnya di sekolah SMP. Melalui program Bawaslu Mengajar, kami ingin memberikan pemahaman sejak dini tentang demokrasi, pengawasan pemilu, dan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas,” ujar Ari.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah siswa kelas 9 SMP yang diproyeksikan sudah menjadi pemilih aktif pada Pemilu 2029.

“Mereka adalah calon pemilih pemula pada 2029. Karena itu, penting bagi kami menanamkan pemahaman kepemiluan sejak sekarang agar lahir generasi pemilih yang kritis, sadar hak dan kewajiban, serta berintegritas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan pemilu merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan kewarganegaraan bagi pelajar.

“Kami sangat mendukung program Bawaslu Mengajar di SMP. Ini menjadi sarana edukasi yang baik agar siswa memahami proses demokrasi dan pemilu sejak dini. Harapannya, siswa kelas 9 bisa mengerti pentingnya pemilu dan tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan literasi demokrasi di kalangan pelajar semakin meningkat dan mampu membentuk generasi muda yang siap berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi di masa depan.