Lompat ke isi utama

Berita

Jurnalis Soroti Relasi Pilkada, Tambang dan Lingkungan

pasuruan.bawaslu.go.id – Surabaya.   Jarang Kepala Daerah yang punya perspektif lingkungan, sehingga penting kehadiran pihak media dalam perbincangan Pilkada dengan pertambangan. Hal itu disampaikan Ika Ningtyas sebagai penulis buku “Menambang Emas di Tanah Bencana” saat menjadi narasumber Publikasi Buku Pembiyaan Pemilu di Indonesia, dengan tema kalimat tanya, “Ada Tambang di Pilkada?”, pada Senin (08/06/2020).

Kegiatan Publikasi Buku ini diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur, dan disiarkan melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta ini berasal dari Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur, termasuk seluruh Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Terpantau juga terdapat peserta dari luar Bawaslu Jatim, misalnya ada juga yang dari Riau.

Selain sebagai penulis buku, Ika juga seorang jurnalis Tempo. Buku yang Ika tulis merupakan hasi liputan mendalam selama 10 tahun dengan 3 Pilkada.

Ika menganalisa berdasarkan data, “setelah diberlakukan Otonomi Daerah, izin usaha tambang meningkat tajam, tahun 2001 sejumlah 750 izin, sedangkan tahun 2009 meningkat jadi 10 ribu izin, sedangkan di Jawa Timur jumlah izin tambang tahun 2012 dan tahun 2016 relativ tetap, tapi luas lahan tambang yang meningkat tajam diatas 500%”, ungkap Ika.

Ada sejumlah Kepala Daerah yang kena “cokok” KPK, karena beri izin tambang, ini jadi lahan subur untuk Pilkada, ungkap Ika lagi.

Dalam meliput pertambangan di daerah, ia memakai metode Oligarki, tentang adanya relasi Kepala Daerah dengan izin tambang.

“Aspirasi publik tentang pertambangan harus dijawab oleh negara, ini memang banyak rintangan dan jalan terjal, tapi kita tidak boleh diam”, pungkasnya. [#HM]

Tag
Berita