Kakemenag: Jangan Ada Politisasi Agama dalamPestaDemokrasi!
|
pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan.Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan dikunjungi Bawaslu Kabupaten Pasuruan untuk melakukan koordinasi terkait persiapan menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan 2024 mendatang, Kamis (28/07/2022). Silaturahmi ini merupakan ajakan untuk terlibat dalam pengawasan partipatif Pemilu dan Pemilihan tahun 2024.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kemenag Kabupaten Pasuruan, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, M. Nasrup, beserta Anggota Bawaslu Kabupaten Pasuruan lainnya: PujiMulyono, Titin Wahyuningsih, Misbahul Munir dan Hari Moerti diterima langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan H. Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I beserta jajaran pejabat Kemenag Kabupaten Pasuruan lainnya.
M. Nasrup mengaku, Kemenag menyambut baik ajakan Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dalam waktu dekat direncanakan akan ada kerjasama yang dituangkan dalam penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) diantara kedua lembaga.
“Nantinya ada kerjasama keterlibatan lembaga pesantren, dan organisasi masyarakat di bawah Kemenag Kabupaten Pasuruan. Kedua lembaga sama-sama ingin membangun demokrasi yang lebih beretika,” katanya.
Pria berlatar pendidikan ilmu hukum sekaligus lulusan pondok pesantren ini menambahkan, bentuk kerjasama dengen Kemenag diantaranya memberi pendidikan politik kepada santri, pembinaan ke Pondok Pesantren dan organisasi kemasyarakatan yang berada di bawah kewenangan Kemenag Kabupaten Pasuruan.
“Akan ada forum diskusi dan sosialisasi pendidikan politik, supaya mereka semakin paham tentang pengawasan partisipatif,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan H. Syaikhul Hadi mengapresiasi langkah–langkah Bawaslu Kabupaten Pasuruan dalam menyiapkan Pemilu 2024, salah satunya langkah ini kami anggap efektif dalam upaya mengajak masyarakat untuk menekan penyebaran isu terkait politisasi Agama dan SARA.
Jumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Pasuruan sekitar 200-an, belum lagi jumlah santrinya, ini merupakan potensi yang besar dalam upaya membangun demokrasi yang bermartabat, ujar Syaikhul.
“Di sini kami anggap sinergi Bawaslu dengan Kemenag sangat penting. Kami harap umat semua Agama punya kesadaran untuk tidak memainkan isu Agama dan SARA dalam pesta demokrasi,” pungkasnya. [ith/#HM]