Kemenag dan 10 Ormas Keagamaan MoU dengan Bawaslu
|
pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan. Pengawasan Pemilu tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Bawaslu, tapi perlu melibatkan stakeholder terkait. Hal itu juga berlaku bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan dengan melakukan sinergitas bersama stakeholder terkait, demi mewujudkan Pemilu dan Pemilihan 2024 yang bersih dan berintegritas.
Sebelas Organisasi keagamaan diantaranya: Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bangil, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Pasuruan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pasuruan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), Katolik, Khonghucu, Budha, Hindu, melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bawaslu Kabupaten Pasuruan,
MoU ini bertujuan mewujudkan pemilu yang adil, berintegritas dan bersih dengan menumbuhkan kesadaran pengawasan partisipatif masyarakat. Penandatangan MoU ini dilakukan pada Senin (15/08/2022) di hall meeting hotel Inna Tretes, Prigen, Pasuruan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan M. Nasrup, menyampaikan bahwa peran masyarakat khususnya tokoh agama menjadi sangat strategis, “Pengembangan nilai-nilai demokrasi itu menjadi tugas dan tanggung jawab bersama , harapannya dengan adanya MoU ini seluruh tokoh Agama bisa mensosialisasikan pengawasan partisipatif serta mencegah politik identitas dalam pemilu,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dihadiri ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur Moh. Amin dan anggotanya Aang Kunaifi selaku Koordinator Divisi Pengawasan. Dalam sambutannya Moh. Amin menjelaskan masyarakat setidaknya menjadi informan awal bagi pengawas pemilu, “Agar terlaksananya pemilu yang baik, maka perlu untuk saling menjaga setiap prosesnya, upaya ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran”, terang Amin.
Dengan adanya MoU ini, harapannya Kemenag Kabupaten Pasuruan bersama organisasi keagamaan dapat menjadi garda terdepan dalam menyukseskan pesta demokrasi tahun 2024. tandas Amin.[ith/#HM]