Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi di LK II Nasional HMI, Bawaslu Pasuruan Dorong Ruang Diskusi Kritis

09 juni 2026 ,.

Bawaslu Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam rangkaian kegiatan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasuruan

pasuruan.bawaslu.go.id - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Zahid, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam rangkaian kegiatan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasuruan di Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Pasuruan dalam memperkuat pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya kader HMI yang sedang mengikuti proses kaderisasi tingkat lanjut. Melalui forum ini, peserta diajak untuk berdiskusi secara terbuka mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penyampaian materinya, Zahid tidak hanya memberikan paparan mengenai demokrasi dari perspektif kepemiluan, tetapi juga memantik diskusi yang lebih luas terkait sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Ia mengajak peserta untuk mengkaji secara kritis berbagai model sistem demokrasi yang berkembang di dunia dan relevansinya dengan karakteristik bangsa Indonesia.

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta terlihat antusias dan aktif mengemukakan pandangan serta argumentasi masing-masing mengenai sistem pemerintahan dan demokrasi yang dianggap paling sesuai diterapkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beragam pendapat muncul dalam forum tersebut, mulai dari pentingnya mempertahankan demokrasi Pancasila hingga perlunya penguatan aspek substansial demokrasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Zahid, forum-forum kaderisasi seperti LK II menjadi ruang yang strategis untuk membangun budaya dialog dan memperkuat kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

“Demokrasi membutuhkan partisipasi warga negara yang kritis dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Karena itu, ruang diskusi seperti ini penting untuk menumbuhkan tradisi berpikir, berdialog, dan mencari solusi atas berbagai tantangan demokrasi yang kita hadapi,” ungkap Zahid.

Ia juga menegaskan bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan pemilu, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat dalam mengawal kehidupan demokrasi sehari-hari.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap para kader HMI dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi, memperkuat persatuan bangsa, serta berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang semakin matang, berintegritas, dan berkeadilan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tukar gagasan yang menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu-isu demokrasi dan kebangsaan. Forum tersebut sekaligus menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara Bawaslu dan kalangan mahasiswa dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif.

Penulis : Hidayat
Foto : Hidayat
Editor : Muhammad