Kunjungan dari Wonosobo [1]
|
pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan. Rombongan dari Wonosobo, sengaja hadir berkunjung ke Bawaslu Kabupaten Pasuruan untuk belajar tentang Pilkada dengan pasangan calon tunggal. Kunjungan itu diterima oleh hangat oleh tiga Komisioner, Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Mohammad Nasrup, Titin Wahyuningsih dan Hari Moerti, serta Koordinator Sekretariat, Alfan Wahyudi, Senin (05/10/2020)
Para stakeholder Wonosobo itu terdiri dari, Komisioner KPU Kabupaten Wonosobo dan Asisten I Pemerintah Kabupaten Wonosobo selaku perwakilan desk Pilkada Wonosobo.
Khozin, Ketua KPU Kabupaten Wonosobo, dalam sambutan pembuka menyampaikan, “Kami hadir di Pasuruan, untuk belajar dari sisi pengawasan dan dinamikanya saat Pilkada Calon tunggal Kabupaten Pasuruan tahun 2018 yang lalu”, jelas Khozin sesaat setelah mengenalkan semua anggota rombongan.
Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran pemilu, baik yang sifanya administrasi, etik atau bahkan pidana, tambah Khozin.
Tren peserta Pilkada di Wonosobo, menurut Khozin, cenderung menurun sejak adanya Pilkada langsung, pernah 6 pasangan calon, dan sekarang hanya 1 pasangan calon. Di Jawa Tengah, ada 6 daerah dengan calon tunggal, termasuk Wonosobo, salah satunya, jelas Khozin lagi.
Sementara itu, Mohammad Nasrup, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, mengucapkan, “Selamat datang di kantor Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Kita nanti bisa sharing pengalaman tentang penyelenggaraan Pilkada dengan Calon Tunggal. Kebetulan saya termasuk salah satu anggota Panwas Kabupaten Pasuruan saat Pilkada calon tunggal tahun 2018 yang lalu”, kata Nasrup.
Nasrup melanjutkan, “Saat itu, semula beredar wacana akan muncul 3 pasangan calon, tapi saat pendaftaran hanya ada 1 pasangan calon, dukungan 100 parpol dan 100 kursi DPRD”, kata Nasrup.
Sebelum pelaksanaan, kita juga belajar ke Pati, tapi disana agak berbeda, ada satu pasangan calon lain yang mendaftar, tapi tidak lolos, kata Nasrup lagi.
Mengawasi Pilkada calon tunggal itu dinamikanya luar biasa, termasuk tekanan dari pihak manapun, bahkan ketua Panwas Pilkada Pasuruan saat itu meninggal karena sakit sebelum hari H pelaksanaan, pungkas Nasrup.[#HM]