Lompat ke isi utama

Berita

KURSI Pengawas Partisipatif

pasuruan.bawaslu.go.id – Pasuruan.   Kursi, tidak sekedar tempat duduk yang berkaki, atau juga bukan bermakna kedudukan atau jabatan, tapi KURSI yang satu ini merupakan akronim dari KURsus SIngkat.

KURSI atau Kursus Singkat ini merupakan bagian dari pengembangan program Bawaslu Kabupaten Pasuruan, yakni #Bawaslu Mendengar, #Bawaslu Mengajar. Kali ini sasarannya, siswa Sekolah/Madrasah sebagai calon pemilih pemula dan calon kader pengawas Bawaslu.

Situasi Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah dalam upaya peningkatan pengawasan partisipatif. Setelah rentetan kegiatan Diskusi Webinar dilakukan di bulan Agustus, kini Bawaslu Kabupaten Pasuruan bergerak menyapa Pemilih pemula ditingkat SMA/MA/SMK.

Adalah siswa SMK Darut Taqwa Purwosari Pasuruan dan beberapa Sekolah/Madrasah lain, yang menjadi sasaran kali pertama untuk program KURSI Pengawasan Pemilu untuk Pengawas Partisipatif Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Rabu (09/09/2020).

Pasca penandatanganan MoU dengan SMK Darut Taqwa yang bertempat di hall lantai 2, Bawaslu Kabupaten Pasuruan langsung melaksanakan kegiatan KURSI yang diikuti oleh 35 siswa dari SMK Darut Taqwa, SMA Darut Taqwa, MA Darut Taqwa dan MA Walisongo. Antusias peserta tergambar pada setiap sesi yang disuguhkan dengan sistem Joysfull Learning.

Permainan-permainan dalam ice breaking, diskusi dan presentasi peserta menjadi daya tarik tersendiri dalam sistem pembelajaran yang disajikan.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara Luring (diluar jaringan) melalui kegiatan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta wajib menggunakan masker, dan mengedepankan social distancing.

Hari Moerti, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan, dalam sesi pertama dihari pertama menyampaikan materi tentang Pemilu di Indonesia. Sebelum menyampaikan materi, ia memberi pre test bagi peserta, yang berisikan sejumlah pertanyaan tertulis yang harus dijawab oleh peserta.

Materi pertama yang disampaikan Hari, berkaitan dengan jenis pemilu di Indonesia, pilar Pemilu, penyelenggaraan Pemilu, penyelenggara Pemilu, sampai pada sejarah pengawas Pemilu.

Diakhir sesi Hari mengatakan, “Meski kursus ini singkat, dan pertemuan ini singkat, tapi silaturahmi kita jangan singkat”, ujar Hari yang direspon oleh peserta dengan senyum.

Menurut rencana, KURSI ini berlangsung selama tiga hari, dan dalam satu hari ada dua sesi, setiap sesi dengan materi yang berbeda.

Setelah sesi pertama berakhir, dilanjutkan dengan penyampaian materi yang kedua tentang model dan jenis pengawasan Pemilu serta Pengawasan Partisipatif, disampaikan oleh Titin Wahyuningsih, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan.

Berulangkali Titin mengajak para peserta untuk turut serta menjadi pengawas Pemilu partisipatif dengan menggelorakan pesan untuk mewujudkan Pemilu berkeadilan.

Syubbanul Yaum Rijalul Ghod, pemuda hari ini pemimpin masa depan, pungkasnya.[ttn/#HM]

Tag
Berita