Lompat ke isi utama

Berita

Membangun Kelembagaan Bawaslu Adil Gender

pasuruan.bawaslu.go.id – Malang.   Keberadaan perempuan, bukanlah sekedar untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang, tapi lebih kepada bahwa posisi perempuan dibutuhkan, sehingga perlu gerakan kongkrit dalam membangun kelembagaan yang adil pada gender.

Hal itu disampaikan Ratna Dewi Pettalolo, satu-satunya Komisioner perempuan Bawaslu RI, saat menyampaikan materi dengan tema ‘’Peran Perempuan Dalam Penguatan Kelembagaan: Membangun Organisasi Bawaslu Yang Adil Gender’’ di Hotel Grand Cakra Araya, Malang, Jumat-Sabtu (6-7/11/2020).

Menurut perempuan yang biasa dipanggil RDP ini, juga mengungkapkan sejumlah tantangan perempuan dalam institusi kepemiluan, diantaranya: Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan yang potensial,  pengetahuan kepemiluan, pengalaman kepemiluan, jejaring, mekanisme proses seleksi penyelenggara pemilu, bahkan kepentingan politik,

Dalam menegakkan kesetaraan gender, Bawaslu telah melakukan beragam upaya, diantaranya melalui: Tim seleksi perempuan, kemitraan perempuan, anggota badan penyelenggara adhoc perempuan, lanjut RDP, dihadapan 23 perempuan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Titin Wahyuningsih, satu-satunya Komisioner perempuan Bawaslu Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Eka Rahmawati, salah satu Komisioner perempuan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, mengatakan, “Output kegiatan hari ini diharapkan mampu melahirkan pemikiran dalam pelaksanaan kegiatan membangun lingkungan kerja dan kebijakan dengan berperspektif gender”, jelas Eka.

Sebagai komitmen dan follow up optimalisasi peran perempuan dalam pengawasan, utamanya pengawasan Pilkada 2020, pada 25 November akan diadakan deklarasi Srikandi Pengawasan se- Jawa Timur yang bertepatan dengan peringatan hari HAM, tandas Eka.[ttn/#HM]

Tag
Berita