Lompat ke isi utama

Berita

Ngobrol Santai Online ala Serang

pasuruan.bawaslu.go.id – Serang.    Membicarakan tentang Pilkada, tidak hanya dilakukan dengan cara-cara yang formal dan kaku, tapi bisa juga dilakukan dengan cara yang berbeda, salah satunya dengan cara “Ngobrol Santai Online”.

Ngobrol Santai Online ini diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Serang, Banten. Di edisi keenam kali ini mengambil tema "Kerja kelembagaan Bawaslu, SDM, dan Organisasi", Rabu (24/06/2020) siang. Narasumbernya N. Abdurrosyid Siddiq, atau biasa dipanggil Ocit, selaku Kordiv Organisasi Bawaslu Provinsi Banten.

Ngobrol Santai Online oleh Bawaslu Kota Serang

Acara ini dipandu oleh Liah Culiah selaku Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Serang. Ngobrol Santai Online ini dapat diikuti melalui zoom meeting dan terbuka untuk umum. Salah satu peserta dari luar Serang, yakni Hari Moerti, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan.

Nuansa santai memang benar-benar terlihat dari sosok narasumber yang memakai kaos bertuliskan Bawaslu Award 2019 dan memakai topi dengan logo Bawaslu. Duduknya pun bersandar dan kaki selonjoran.

Menurut Ocit, “acara ini memang ngobrol santai, tapi tidak mengurangi keseriusan kita hadapi Pilkada nanti”, jelas Ocit.

Karena format acaranya ngobrol, maka peserta bebas bertanya dan langsung dijawab oleh narasumber. Saat peserta menanyakan tentang, bagaimana kerja kelembagaan Bawaslu saat wabah Covid-19 ini, lalu dijawab oleh Ocit dengan “mengoptimalkan sosmed, seperti acara sekarang ini”, jelas Ocit.

Tentang kesiapan Bawaslu melakukan pengawasan Pilkada 2020, Ocit menjelaskan, “Semua penyelenggara Pemilu belum punya pengalaman menyelenggarakan Pemilu atau Pilkada ditengah Pandemi, kita sama-sama belajar, ini hal baru, jangankan kita di Banten, tingkat RI saja juga belum pernah”, ujarnya.

Terkait kesulitan infrastruktur, “Jangan suka mengeluh, kita di Banten masih mending, daripada teman-teman kita yang diluar Jawa, misalnya papua, atau daerah-daerah lain yang kepulauan”, tambah Ocit.

Pertanyaan lainnya tentang pengawas partisipatif, kenapa tidak diberdayakan atau diperbantukan dari daerah yang tidak Pilkada tahun ini, di Banten terdapat 4 daerah Pilkada, dan 4 daerah non pilkada.

Menjawab pertanyaan pengawas partisipatif, Ocit menjelaskan, “Pengawas partisipatif tidak instan, ini untuk jangka panjang, bukan semata untuk hadapi Pilkada terdekat. Pengawas partisipatif merupakan media pedidikan politik dalam pengawasan pemilu, harapannya publik lebih melek politik kedepannya, jawabnya dengan lugas.

Ocit berharap, melalui acara Ngobrol Santai Online, meski ini suasana santai, ada manfaat yang didapatkan dan dapat memberikan pencerahan dalam tugas-tugas pengawasan, pungkasnya.[#HM]

Tag
Berita