Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Literasi Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pasuruan Resmi Luncurkan Podcast S’Cangkir Demokrasi

19 jan 2026

Episode perdana S’Cangkir Demokrasi mengangkat tema Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen Bawaslu Kabupaten Pasuruan dalam menjaga akurasi dan validitas data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

pasuruan.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan podcast perdana bertajuk S’Cangkir Demokrasi (Siniar Cangkruk Pikir Demokrasi) pada Senin, 19 Januari 2026. Podcast ini menjadi inovasi media komunikasi Bawaslu Kabupaten Pasuruan dalam memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan, khususnya pada masa non-tahapan, melalui konten yang cepat, faktual, edukatif, dan mudah diakses publik.

Peluncuran podcast tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto. Ia menilai kehadiran S’Cangkir Demokrasi sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan derasnya arus informasi di era digital.

“Podcast S’Cangkir Demokrasi merupakan terobosan yang sangat relevan untuk mendekatkan Bawaslu dengan masyarakat. Melalui media ini, informasi pengawasan pemilu dapat disampaikan secara lebih santai, namun tetap edukatif dan substansial,” ujar Arie, yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasuruan.

Episode perdana S’Cangkir Demokrasi mengangkat tema Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen Bawaslu Kabupaten Pasuruan dalam menjaga akurasi dan validitas data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Hadir sebagai narasumber utama, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Ahmad Thoifur Arif, dengan Debby Ratnasari sebagai host podcast.

Dalam kesempatan tersebut, Arif menjelaskan latar belakang penamaan podcast S’Cangkir Demokrasi yang lahir dari pengalaman sederhana namun sarat makna.

“Nama S’Cangkir Demokrasi terinspirasi dari kebiasaan cangkruk atau ngobrol santai di kedai kopi. Saat menikmati kopi dalam wadah cangkir, obrolan ringan sering kali berkembang menjadi diskusi yang hidup dan interaktif. Dari situ muncul ide menghadirkan podcast yang membahas demokrasi dan kepemiluan dengan cara yang ringan dan membumi,” jelasnya.

Alumnus Universitas Yudharta ini juga menambahkan, secara filosofis S’Cangkir Demokrasi merupakan akronim dari Siniar Cangkruk Pikir Demokrasi. Podcast ini dimaknai sebagai ruang dialog yang sederhana, setara, dan terbuka, layaknya orang-orang yang sedang jagongan tanpa sekat.

“Secangkir kopi yang dinikmati bersama merepresentasikan demokrasi yang hidup di tengah masyarakat—lahir dari obrolan sehari-hari dan tumbuh dari kesadaran kolektif warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan aktivis pemberdayan masyarakat desa ini menegaskan bahwa podcast S’Cangkir Demokrasi berada di bawah naungan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas. Ke depan, podcast ini akan menjadi wadah strategis untuk memperluas literasi demokrasi, pengawasan pemilu, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan demokrasi.

Melalui peluncuran S’Cangkir Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap dapat menghadirkan ruang dialog publik yang interaktif, informatif, dan berkelanjutan. Kehadiran podcast ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat sekaligus memperkuat peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang adaptif, transparan, dan semakin dekat dengan publik.