Persiapan Awasi Masa Kampanye, Bawaslu Pasuruan Ikuti Rakornas
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Bertujuan untuk mencegah maraknya pelanggaran pemilu khususnya pada masa kampanye pemilu 2024, Bawaslu RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional di Kupang Nusa Tenggara Timur. Bawaslu Pasuruan melalui Koordinator Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Ahmad Thoifur Arif mengikuti giat selama 3 hari di Kota Kasih Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada kesempatan ini Lolly Suhenty Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI berpesan agar Pengawas Pemilu disemua tingkatan untuk Fokus, Menjaga soliditias dalam mengawasi tahapan kampanye. "Dalam konteks tahapan kampanye, pengawas harus bisa fokus, soliditias yang kuat bukan hanya jajaran pemilu tetapi jajaran stakeholder penyelenggaraan pemilu". Sabtu, (14/10/2023).
Lebih lanjut, mantan aktivis perempuan ini menegaskan agar Divisi Pencegahan dan Divisi Penanganan Pelanggaran untuk membangun kolaborasi kerja yang baik untuk mengawasi tahapan kampanye. Lolly mengingatkan bahwa kedua divisi ini menjadi garda terdepan sebagai tim fasilitas Pengawasan Kampanye. Untuk itu, Kordiv harus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait regulasi, titik rawan dengan memaksimalkan semua stakeholder terkait. Untuk itu diperlukan bukan hanya keberanian tetapi juga pengetahuan yang cukup dalam penegakan hukum pemilu masa kampanye. "Sebagai pengawas pemilu harus punya keberanian mengawasi pemilu. Keberanian tanpa pengetahuan hanya "ngawur" tetapi keberanian harus diikuti dengan pemahaman regulasi yang baik". Ujar Lolly.
Pada Sambutannya mantan pengawas pemilu Provinsi Jabar ini juga menjelaskan mengapa kegiatan ini dilaksanakan di Kupang Nusa Tenggara Timur. Hal ini dikarenakan NTT memiliki indeks kerawanan pemilu cukup tinggi dan beberapa kabupaten di NTT memiliki kerawanan tinggi. "NTT sebagai tuan rumah Nusa Terindah Toleransi (NTT) dalam IKP posisi provinsi rawan sedang, rawan tinggi dalam dimensi kontestasi. Posisi rawan tinggi politisasi suara di Kabupaten Malaka dan Alor." Pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini mengundang dari berbagai narasumber diantaranya : Ida Budiati (akademisi dan anggota Dkpp RI), Dr. Solapari (pegiat pemilu), Ismail Fahmi (drone emprit) juga dilakukan pemaparan presentasi dari masing - masing Provinsi terkait evaluasi pelaksanaan pengawasan dan kerawanan kampanye pada pemilu tahun 2019.
Kegiatan berakhir setelah dibacakannya RTL bersama oleh TA Bawaslu RI sebagai bentuk rencana tindak lanjut dari kegiatan Rakornas yang akan di implementasikan di masing masing kab/kota se-Indonesia. [humas bawaslu pasuruan]