Riset Evaluasi Pilkada Berbasis Data
|
pasuruan.bawaslu.go.id – Jakarta. Program Riset Evaluasi Pilkada yang dicanangkan oleh Bawaslu RI, merupakan program yang sangat penting, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban hasil kinerja jajaran Pengawas Pemilu.
Menurut Masykurudin Hafidz selaku Tenaga Ahli Bawaslu RI, karena Jawa Timur jumlah Kabupaten/Kota banyak, maka perlu melakukan dua hal, pertama; Menerapkan aspek kompetisi. Semua Kabupaten/Kota menyerahkan tema, judul riset, kemudian Bawaslu Provinsi Jawa Timur melakukan penggabungan untuk Kabupaten/Kota dengan tema yang serupa. Memungkinkan juga menulis bersama pada yang tema sama.
Kedua; Menerapkan aspek seleksi. Jika melebihi dari jumlah tulisan yang seharusnya, maka perlu dilakukan proses seleksi dengan memilih yang benar-benar serius dalam penulisannya.
Hal itu disampaikan Masykur melalui daring saat membuka acara “Sosialisasi Riset Evaluasi Pilkada serentak”, Kamis (02/07/2020). Peserta sosialisasi ini, yakni Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Timur serta Kordiv Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kabupaten/Kota se– Jawa Timur, termasuk Titin Wahyuningsih, selaku Kordiv Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kabupaten Pasuruan.
Masykur melanjutkan, “Sifat tulisan ini bersifat refleksi dan ilmiah dalam menuliskan hasil pengawasan yang telah dilakukan, biasanya dituliskan dengan format laporan dan berita acara”, terang Masykur.
Untuk tema, masih menurut Masykur, “Bagi Kabupaten/Kota yang Pilkada 2020 bisa menuliskan tentang Pilkada di tengah pandemi Covid-19, sedangkan bagi Kabupaten/Kota yang tidak Pilkada menuliskan hasil pengawasan yang menonjol yang pada akhirnya menimbulkan aturan baru”.
Pengangkatan tema Pilkada yang lampau, harus memiliki data-data yang mendukung, sifatnya narasi Deskripsi tetapi berbasis data, sehingga perlu dipastikan ketersediaan Data.
Sementara itu, Abdul Gafar Karim selaku PIC Riset, mengatakan, “Kita akan mendiskusikan ide-ide untuk identifikasi isu yang terjadi sehingga melahirkan tema yang akan di tulis. Naskah riset ini didasarkan pada pengalaman dan refleksi yang telah dilakukan saat melakukan pengawasan”, terang Dosen FISIPOL UGM kelahiran Sumenep itu.
Gafar berharap, naskah ini nanti bersifat akademis, analitik dan populer. Agar bisa dipahami seluruh lapisan mayarakat termasuk masyarakat awam, pungkasnya.[#HM]