Lompat ke isi utama

Berita

Siswa SMPN 1 Bangil Antusias Pelajari Demokrasi dan Peran Bawaslu

29 oktober 2026

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan Bawaslu Mengajar: Literasi Demokrasi untuk Pasuruan Berintegritas

pasuruan.bawaslu.go.id - Bagaimana suara generasi muda bisa menentukan arah bangsa, dan siapa yang bertugas mengawasi jalannya pemilu? Dua pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa kelas IX SMPN 1 Bangil untuk mengenal demokrasi lebih dekat dalam program Bawaslu Mengajar: Literasi Demokrasi untuk Pasuruan Berintegritas. Melalui dua materi utama, para siswa diajak memahami demokrasi sekaligus mengenal peran Bawaslu dalam menjaga pemilu yang jujur dan adil. Kamis (29/10/2026).

Materi pertama, “Pengantar Demokrasi dan Pemilu: Suara Gen-Z Penentu Arah Bangsa”, disampaikan oleh Tri Setyo Hariadi. Ia mengajak siswa memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan memilih pemimpin, tetapi juga menyangkut sikap menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, dan berani menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang tepat. Materi ini menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Antusiasme peserta juga terlihat saat materi kedua, “Peran Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu”, disampaikan oleh Akhmad Hidayatullah. Para siswa diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Bawaslu dalam mengawasi tahapan pemilu serta mencegah terjadinya pelanggaran. Mereka juga diajak memahami bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, melainkan membutuhkan kepedulian masyarakat untuk berani menolak kecurangan dan melaporkan dugaan pelanggaran sesuai ketentuan.

Penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat pembahasan demokrasi lebih mudah dipahami oleh para siswa. Mereka diajak melihat bahwa nilai demokrasi dapat diterapkan sejak di sekolah, mulai dari menghargai pendapat teman, bersikap adil, tidak memaksakan kehendak, hingga memilih pemimpin kelas secara jujur. Dengan begitu, literasi demokrasi tidak berhenti sebagai teori, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dua materi tersebut, Bawaslu Kabupaten Pasuruan berharap para siswa semakin kritis, berani, dan bertanggung jawab dalam menyikapi persoalan demokrasi. Bekal ini penting agar ketika kelak memiliki hak pilih, mereka mampu menjadi pemilih cerdas sekaligus generasi yang ikut menjaga integritas pemilu. **Sebab, demokrasi yang sehat berawal dari generasi yang paham haknya, sadar tanggung jawabnya, dan berani menjaga kejujuran.**

Penulis : Hidayat

Foto : Sisca 

Editor : Muhammad