Strategi Humas Bawaslu: Meningkatkan Kepercayaan Publik di Pemilihan Serentak 2024
|
Kerjasama lintas divisi menjadi kunci sukses kehumasan Bawaslu dalam menghadapi Pemilihan Serentak Tahun 2024. Dengan engagement rate tertinggi dan persepsi positif yang meningkat, Bawaslu menegaskan pentingnya sinergi antar divisi untuk menjaga komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
pasuruan.bawaslu.go.id - Pengelolaan kehumasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan analisis data, engagement rate Bawaslu di media sosial mencapai 0,70%, melampaui kementerian dan lembaga lainnya. Angka ini mencerminkan keberhasilan Bawaslu dalam mendengarkan dan menjawab pertanyaan publik, menunjukkan bahwa humas Bawaslu mampu membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Selain itu, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan peningkatan persepsi positif publik terhadap Bawaslu, mencapai angka 74%. Pencapaian ini bukanlah sekadar asumsi internal, tetapi merupakan potret eksternal yang menunjukkan bagaimana kehumasan dan keterbukaan informasi Bawaslu diterima oleh publik. Dengan engagement rate yang tinggi dan citra positif, tantangan selanjutnya bagi Bawaslu adalah mempertahankan bahkan meningkatkan pengelolaan kehumasan yang baik.
Salah satu tugas kehumasan Bawaslu yang krusial adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jenis pelanggaran dan tata cara pelaporan. Meskipun penanganan pelanggaran berada di bawah Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, Humas yang tergabung dalam Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas juga memiliki peran penting. Humas adalah kerja lintas divisi yang membutuhkan kerjasama untuk membentuk wajah kehumasan Bawaslu yang solid.
Loly, salah satu anggota Bawaslu, menekankan pentingnya kerjasama antar divisi. "Humas adalah kerja lintas divisi. Semua harus bekerja sama untuk membentuk wajah kehumasan Bawaslu," ujarnya. Kerjasama ini menjadi kunci dalam menjaga komunikasi yang baik antara Bawaslu dan publik, terutama menjelang Pemilihan Serentak Tahun 2024.
Ferdinand Eskol Tiar Sirait, Deputi Bidang Administrasi, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi kehumasan sangat penting untuk penyusunan strategi kehumasan dan media massa yang lebih baik dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Ia menekankan bahwa strategi pengelolaan media massa harus mencakup manajemen krisis, peningkatan kepercayaan publik, dan pemberitaan mengenai kesiapan Bawaslu dalam menghadapi pemilihan.
Rapat Evaluasi Nasional Kehumasan Bawaslu Dalam Penyelenggaraan Pemilu dan Persiapan Kehumasan Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, yang berlangsung dari 30 Juni hingga 3 Juli 2024, menjadi momentum penting bagi Bawaslu. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang evaluasi tetapi juga sebagai upaya memperkuat strategi kehumasan dan memastikan Bawaslu siap menghadapi tantangan dalam pemilihan mendatang.