Lompat ke isi utama

Berita

Tingkat Kehadiran Pemilih di Pilkada 2020, Ini Kata Arief dan Abhan

pasuruan.bawaslu.go.id – Jakarta.  Hari pemungutan suara Pilkada 2020 sudah diputuskan 9 Desember 2020, tahapan lanjutan sudah dimulai 15 Juni 2020, tiga hari setelah dimulainya tahapan lanjutan, sudah ada pihak yang mempertanyakan tentang tingkat partisipasi Pemilih di TPS.

Hal ini terungkap dalam Diskusi Virtual dengan tema “Upaya Pencegahan TPS Sebagai Cluster Baru Penyebaran Covid-19 di Pilkada Serentak 9 Desember 2020”, pada Rabu malam (17/06/2020).

Diskusi Virtual ini diselenggarakan oleh DPP Gerakan Pemuda Nusantara, dan disiarkan via Zoom Meeting dan YouTube. Kegiatan ini dihadiri secara Virtual oleh 350-an peserta, termasuk Hari Moerti, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan.

Seorang peserta menanyakan kepada penyelenggara Pilkada tentang tingkat partisipasi pemilih yang akan hadir di TPS saat Pilkada 2020 tetap dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19. Dua pucuk pimpinan penyelenggara Pilkada, hadir di ruang Diskusi Virtual itu, Arief Budiman, sebagai Ketua KPU RI dan Abhan, sebagai Ketua Bawaslu RI.

Menanggapi pertanyaan itu, Arief menjelaskan, “banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kehadiran Pemilih di TPS, apalagi kalau Pilkada. Dari riset yang pernah saya baca, salah satu faktor kuatnya adalah kontestan”.

Arief melanjutkan, “Ketertarikan ke calon itu punya daya magnet kepada Pemilih, ini juga tantangan bagi Partai Politik untuk bisa mengusung calon yang berkualitas”, jelas Arief.

Sementara itu, Abhan, juga menanggapi, “Media Kompas pernah melakukan survey tentang tingkat kehadiran Pemilih di Pilkada 2020 ditengah Pandemi Covid-19, hasilnya 64%. Ini angka yang tidak terlalu buruk, dan kita masih punya waktu enam bulan kedepan untuk terus mendorong  tingkat partisipasi agar meningkat”, jelas Abhan.

Partai Politik dan calon, juga memegang peranan penting, tidak hanya dari penyelenggara Pilkada, pungkas Abhan.[#HM]

Tag
Berita