Lompat ke isi utama

Berita

Uji Petik Coklit di Kecamatan Grati, Bawaslu Pastikan Akurasi Data Pemilih

5 juli

Arie Yoenianto, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, menekankan pentingnya akurasi data pemilih dan mendorong warga Kecamatan Grati untuk melaporkan kecurangan atau pemilih yang belum tercoklit dalam proses pengawasan intensif.

pasuruan.bawaslu.go.id - Arie Yoenianto, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan, bersama tim pengawas dari Panwascam dan PKD Kecamatan Grati, melakukan pengawasan langsung terhadap proses uji petik pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih. Pengawasan dilakukan di dua desa, yaitu Desa Rebalas dan Desa Plososari, pada Jumat (5/6/2024).

Hasil uji petik di Desa Rebalas menunjukkan bahwa data pemilih cukup akurat dan hampir seluruhnya telah tercoklit. Namun, di Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, ditemukan masih banyak pemilih yang tercatat di DP4 namun tidak sesuai dengan wilayah TPS terdekat dan belum tercoklit. Hal ini terjadi karena pantarlih lebih memfokuskan pendataan di area utara dan mendatangi rumah yang jauh terlebih dahulu.

Ketua Panwaslu Kecamatan Grati, Paijin, menjelaskan, "Selain melakukan Waskat, Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) akan melakukan uji petik dengan mengambil sampel 10 orang warga per hari di setiap desa."

Pengawasan melekat (Waskat) pada proses Coklit ini bertujuan untuk memastikan bahwa tata cara, prosedur, dan mekanisme Pantarlih dalam mencoklit sudah benar dan sesuai dengan ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku. Arie Yoenianto berpesan, "Tetap semangat, walau diterpa panas atau bahkan hujan di tengah proses Waskat dan Uji Petik, tujuan kita mulia untuk memastikan DPT yang akurat. Dengan adanya daftar pemilih yang akurat, akan meningkatkan kualitas proses demokrasi elektoral dengan membuka ruang seluas-luasnya kepada warga negara untuk menggunakan hak pilihnya. Laporkan apabila terdapat kecurangan atau warga yang masih belum tercoklit ke kantor Panwaslu Kecamatan Grati."

Proses pengawasan ini merupakan upaya Bawaslu untuk memastikan bahwa pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan transparan, serta semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilih mereka.