Bawaslu Evaluasi Publikasi dan Pemberitaan di Masa Non Tahapan
|
pasuruan.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyelenggarakan Evaluasi Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu pada masa non tahapan Pemilihan Umum di Surabaya, 25–27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas kerja kehumasan sekaligus memperkuat strategi komunikasi publik Bawaslu agar semakin informatif, edukatif, dan advokatif.
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, menyampaikan bahwa kerja kehumasan pada dasarnya merupakan upaya menjaga wajah lembaga di ruang publik. Ia mengibaratkan fungsi humas seperti merawat halaman rumah. Menurutnya, halaman yang bersih dan menarik akan mengundang masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat lembaga. Karena itu, kerja humas tidak semata-mata diukur dari banyaknya publikasi, tetapi dari kemampuan menghadirkan informasi yang menjadi jembatan antara lembaga dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (PPMH) Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Ahmad Thoifur Arif. Ia menilai evaluasi publikasi dan pemberitaan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan Bawaslu memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. “Kehumasan jangan berhenti pada rutinitas membuat berita atau konten. Yang lebih penting adalah bagaimana informasi itu sampai kepada masyarakat, dipahami, dan memberikan manfaat. Karena itu, kita perlu terus mengevaluasi bukan hanya seberapa banyak konten yang kita produksi, tetapi seberapa besar dampaknya,” ujar Arif.
Arif menambahkan, masa non tahapan justru menjadi ruang strategis bagi Bawaslu untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, ketika tidak berada dalam tekanan tahapan pemilu, jajaran humas memiliki kesempatan untuk mengembangkan konten yang lebih edukatif dan kreatif sekaligus memperkenalkan kerja-kerja pengawasan yang selama ini dilakukan. “Masa non tahapan bukan berarti Bawaslu berhenti berkomunikasi dengan publik. Justru ini kesempatan untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa kerja pengawasan terus berjalan. Kita ingin masyarakat mengenal Bawaslu bukan hanya ketika ada tahapan atau persoalan pemilu,” jelasnya.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi jajaran kehumasan Bawaslu di seluruh tingkatan dalam menyusun strategi komunikasi publik ke depan. Penguatan kualitas publikasi dan pemberitaan diharapkan mampu memperkuat keterbukaan informasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Bagi Bawaslu Kabupaten Pasuruan, hasil evaluasi ini menjadi pijakan untuk terus menghadirkan publikasi yang tidak hanya ramai secara kuantitas, tetapi juga kuat secara substansi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penulis : Sisca
Foto : Humas
Editor : Muhammad